Pintu sudah diperbaiki. Gabril dan Wulan pun telah pamit pulang. Gadis mandi dan bersiap ke kampus. Seharusnya jadwal pertama hari ini pukulan delapan pagi tadi, tapi musibah yang tak terduga masih membuatnya syok. Jadwal berikutnya pukul sebelas. Gadis tak ingin melewatkan lagi. Dia hendak berangkat, tapi urung ketika melihat temannya duduk merenung di ruang tamu. Tatapannya kosong. "Nit, kamu enggak apa-apa, kan?" Gadis benar-benar bingung dengan sikap Qonita sekarang. Dia yang mengajarkan Gadis agar bersikap masa bodo pada tiap masalah yang menghampiri. Kenapa sekarang seperti orang yang tak punya semangat hidup. Bahkan pertanyaan Gadis pun tak digubris. Seakan tak mendengar orang-orang di sekitarnya. Hanya tubuh Qonita yang terlihat di sini, jiwanya entah mengembara ke mana. Gadis

