Terima Penawaran

1786 Kata

Keceriaan yang biasa ditunjukkan Qonita dan Tisa tak lagi terlihat. Dua-duanya berubah menjadi perempuan menyedihkan yang hanya duduk merenung dengan tatapan kosong dan air mata setia menemani. Tidak ada yang bisa dilakukan Gadis untuk membantu dua temannya itu. Kebingungan melandanya. Dia tidak pandai menghibur orang. Tiba-tiba Qonita tertawa sendiri. Sekarang bukan hanya bingung, Gadis pun ketakutan. "Nit! Jangan aneh-aneh, deh. Aku takut tahu!" Tawa Qonita semakin kencang hingga Tisa yang masih merenungi kisah cintanya terganggu. Lamunan itu terpaksa dihentikan. Kini dia memperhatikan Qonita dengan wajah kebingungan seperti Gadis. "Kenapa dia tu?" tanya Tisa. Gadis menggeleng. Tatapannya terus tertuju ke Qonita. "Qonita! Jangan bikin panik dong!" Qonita mendongak, memandang lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN