Ponsel Santi berdering saat mobil berhenti di depan hotel. Bapaknya menelepon. Sekarang sudah pukul lima belas lewat empat puluh sembilan menit. Sebentar lagi azan Magrib berkumandang. Bapaknya pasti cemas. Karena tadi pamitnya hanya sebentar, tapi bablas hingga berjam-jam. Saat tiba di rumah nanti, bapaknya pasti mengomel. Orang tua Santi memang beda dari kebanyakan keluarga lain. Biasanya mama yang cerewet. Namun, dalam keluarga Santi, bapaknya yang suka mengomel sementara ibu seorang pendiam. Bicara hanya ketika ditanya. Bahkan kadang dijawab dengan gerakan tubuh. Menggeleng, mengangguk, atau mengangkat bahu. "Halo, Pa. Maaf. Tadi diajak jalan-jalan sama temannya Mas Ivan. Iya. Temannya Mas Ivan laki-laki, tapi dia bareng istrinya. Kami enggak ngapa-ngapain, Bapak. Ini mau pulang, tap

