Maaf yang Terurai

1823 Kata

Usai salat subuh bersama di masjid pinggir jalan, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke flat. Tidak ada pembicaraan apa pun. Meski Qonita duduk di samping Rislan. Semuanya terasa canggung. Semua membisu seperti Tisa kecil yang kebingungan melihat tiga orang dewasa. Tak ingin temannya kebingungan mencari, Qonita mengirim pesan berterima kasih dan menyilakan mereka pulang tanpa perlu mencari keberadaannya. Tiba di depan gedung flat, Rislan turun dan membuka pintu seperti biasa. Dia membawa tas Qonita dan menuntun perempuan hamil itu berjalan. Rislan benar-benar khawatir kalau masalah ini berimbas pada kandungan Qonita. "Di kamar sebelah saja, Nit. Kamar ini belum aku pasang ranjang lagi," ujar Gadis sambil menyilakan dua orang itu masuk. Di dalam kamar, Qonita naik ke tempat tidur, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN