Xander tampak gelisah saat mengerjakan soal UAS, sudah hampir empat bulan Xander tidak bertemu dengan Bulan. Tampilannya berantakan, rambut gondrong, dan kumisan. Nilai ulangan hariannya juga turun drastis. Omar menatap sahabatnya itu dengan tatapan iba, tapi dia sudah berjanji pada ibunya, bahwa dia tak akan memberi tahu Xander dimana keberadaan ibunya. Bel tanda ujian selesai, semua kertas ulangan dikumpulkan ke depan, Xander dengan langkah gontai maju ke depan kelas mengumpulkan kertas ulangannya. "Kayaknya Xander bener-bener frustasi, Mar, lu tega sama sahabat lu sendiri," bisik Lukman yang menatap iba juga pada Xander. "Ya gue lebih gak tega sama emaklah, gue aja sampe sekarang bingung, Xander sama emak sebenarnya ada apa? gue tanya dia ga mau jawab! Gue tanya emak, juga sama, emak

