36. Cirebon

1826 Kata

"Bagaimana sayang? Masih garis satu ya?" tanya Anton pada istrinya Safira. Wajah Safira murung, sambil memegang test pack bergaris satu di tangannya. Anton pun terlihat kecewa, sudah setahun lebih belum juga Safira hamil. Padahal Anton sehat dan Safira juga. "Maaf ya, Mas," ucap Safira sedih. Anton menarik napas panjang. "Ya sudah tidak apa-apa!" Anton keluar dari kamar, memperhatikan ponselnya. Diletakkannya b****g di atas sofa, masih memperhatikan kontak ponselnya, bertuliskan nama "Bulan". Nomor kontak itu masih tersimpan di ponselnya, ingin rasanya menelepon, Aah..anakku pasti sudah besar, laki-laki atau perempuan?Anton meremas rambutnya kasar, kepalanya mendadak sakit. Ya Allah betapa aku berdosa melupakan Bulan dan anakku. Anton bermonolog. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN