"Maaa...." suara lelaki itu memecah konsentrasi seorang wanita paruh baya, yang tengah asik menemani anak lelaki kecil bermain lego. Mata lelaki itu heran melihat pemandangan di depannya. "Ma..ini siap...." kalimatnya terpotong, saat melihat wajah anak kecil berumur lima tahun sangat mirip dengan dirinya saat seusianya. "Angkasa cuci tangan dulu nak, nanti oma suapin makannya, tuh disana wastafelnya." mama Anton menunjuk arah wastafel, Angkasa mengangguk patuh. "Bik, tolong bantu ya!" ucap mama Anton pada pembantunya. Anton masih tak mengerti. "Ma...itu.." "Aauu..." sendal melayang ke kepala Anton, siapa lagi kalau bukan mamanya pelakunya. "Sama anak sendiri ga kenal, ayah macam apa kamu?" bentak mama Anton, dengan tangan yang sudah mengepal. Anton malah berlari ke arah Angkasa. "An

