Selir Varsya tengah membelai rambut Rex yang sudah tertidur pulas, lalu mengecup kepala putra semata wayangnya sebelum keluar kamar. "Di mana My Lord?" tanya Selir Varsya pada pelayan istana. "Di ruang peristirahatan Ratu Ediza, Yang Mulia." Varsya menghela napas mendengar jawaban pelayan tersebut. Langkah kakinya terasa berat tiap kali bergerak ke ruangan mantan istri pertama dari sang suami. Sepuluh tahun lalu, Golsum membawanya ke istana ini. Ada perasaan senang, tapi juga ada perasaan sedih. Varsya tidak memungkiri bagaimana dulu suaminya begitu tampan serta berkarisma ketika mendatangi desa tempat tinggalnya sebagai Raja yang baru dan ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Maka dari itu, dengan hati yang tulus ia bersedia dipersembahkan oleh para tokoh di desa untuk dijadikan se

