"Ayah." Elzio tercengang, lelaki muda di hadapannya ini adalah orang tua Zianka? Mendadak tangan pangeran keringat dingin. Bisa saja ia kena hukuman karena sudah kepergok hampir mencium Zianka meski sebenarnya mereka sudah melakukannya sebelumnya. Ayah Zianka berjalan melalui batang pohon yang tumbuh bercabang membentuk jembatan. Mata pria itu menelusuri Elzio dari ujung kaki ke ujung kepala, lalu menoleh pada sang anak. "Setelah kabur dari perbatasan, kau bergaul dengan manusia?" tanya Ayah Zianka dengan sorot mata yang tajam. "Tapi Ayah dia ad--" "Ikut Ayah! Kita kembali ke Dioglas Vermont sekarang." Ayah Zianka menarik satu tangan putrinya. Diantara seretan langkah yang terseok, Zianka meraih pakaian Pangeran. "Ikutlah!" Elzio menurut tanpa protes. "Ayah, bisakah kau tidak me

