"Selamat datang di Kilika, Tuan," sapa seorang pria ramah menyambutnya. Lelaki dengan rambut cokelat kemerahan itu mengangguk dan tersenyum penuh makna. "Di mana dia? Apa pesananku sudah siap?" "Beliau di dalam, mari saya antar." Mereka memasuki sebuah gubuk, aroma khas rempah serta berbagai ramuan yang tercampur segera menusuk hidung. Seorang pria setengah baya dengan kaca mata masih fokus membaca buku sambil sesekali menambahkan beberapa tetes cairan satu ke cairan lain. "Sepertinya kau sibuk sekali Eugene?" tanya sang Tamu. Pria yang disebut Eugene pun menoleh, seketika tangannya terbentang. Menyambut ramah tamu yang datang. "Hei, apa kabar kawan lama?" Keduanya berpelukan akrab. "Aku baik." Ketika pelukan terlepas pria itu memindai tempat tinggal Euagine. "Tempat ini tidak beru

