Dary menatap Alegria yang berdiri didepannya angkuh. Meskipun sudah mati mengenaskan, wajah dingin nan angkuh itu tidak terlihat seperti wajah yang harus di kasiani. “Bisa-bisanya kamu menemuiku dengan penampilan kotor seperti itu Dary!” “Itu kata pertama yang kau ucapkan setelah lama tidak bertemu?” tanya Dary. Alegria menatap Dary yang memakai baju lusuh yang sudah sobek. Badan adik kecilnya itu sudah tumbuh besar dan kekar. “Kau sudah besar sekarang. Sudah berapa lama?” tanya Alegria. “11 tahun.” “Uhm... Jadi, usiamu sekarang 22 tahun. Kau pasti sudah melewati banyak hal sekarang.” kata Alegria dengan menyentuh pipi Dary. Iya, dimasalalu Alegria mati di usia ke 19 tahun. Dan waktu itu Dary masih berusia 11 tahun. “Kau bahkan sudah sangat tinggi.” kata Alegria lagi dengan

