BAB 83

1389 Kata

“Apa yang kau inginkan?” “Serigala kecil ini baru saja mengeram padaku?” tanyanya. Alarick diam. Matanya mengawasi burung di depannya. “Aku hanya memberikanmu peringatan. Aku akan segera memicu perang. Dan ayo kita lihat, api siapa yang lebih dulu padam.” “Tentu saja, aku tidak sabar menunggunya.” jawab Alarick. “Kalau kau tidak bisa membunuhku, maka aku akan membunuh selene-mu.” Wajah Alarick mengeras mendengarnya. Mata birunya menatap Phoenix tajam. Phoenix tersenyum melihatnya. “Aku menantikannya putra Rafe.” “Rafe?” “Kau tidak tau? Itu nama pendahulu. Ayahmu.” Alarick diam. “Bola matamu cantik. Aku penasaran, apa mata itu sama seperti milik Rafe? Rafe terkenal bisa membaca pikiran dan mengendalikan iblis ataupun roh yang ia lihat. Jika itu sama, ini akan sangat menar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN