BAB 30

1255 Kata

Alegria menatap mobil yang baru saja datang. Ia menatap cemas-cemas harap. Mobil itu, katanya akan membawa Ziel Heiden. Anak dari kelurga Heiden yang seumuran dengannya. Alegria kecil tersenyum-senyum cemas. Ia berharap Ziel mau berteman denganya. Ia dengar jika Ziel baru saja kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Ia merasa bahwa Ziel sama sepertinya, tapi ia sedikit beruntung bahwa ayahnya masih hidup meski mengabaikanya. Tapi ia percaya suatu saat bahwa ayahnya akan menyayanginya. Alegria menatap takjub anak laki-laki yang keluar dari sana. Ia memiliki rambut Merah yang sangat cantik. Merahnya seperti Bunga Mawar. Alegria masih menatapnya. Ia tidak berani mengajaknya bicara. Jangankan mengajaknya bicara Alegria tidak berani memunculkan wajahnya kecuali mereka makan bersama. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN