Ali sudah di depan pintu ruang kerja papinya Aisyah. Ia menarik nafanya dalam-dalam. Ia harus siap dengan segala hal yang akan terjadi padanya. Hal buruk maupun hal baik. Pokoknya ia harus menahan diri, jika papinya Aisyah marah. Ia tidak boleh terbawa emosi. Ia harus tetap bersikap tenang. Kalau seandainya lebih baik diam. Ia diam saja, yang terpenting, ia harus berfikiran jernih. "Assalamualaikum," ucap Ali memberi salam sambil mengetuk pintu. "Waalaikumsalam, masuk," sahut Hamdan dari dalam ruangan. Ali pun masuk lalu menutup pintu kembali. "Ada apa ya Pi?" tanya Ali sambil berjalan mendekati Papi Aisyah yang sedang duduk di kursi kerjanya. "Duduk," suruh Hamdan. Ali pun duduk, dan berhadapan dengan Papi mertuanya. "Ada yang ingin Papi bicarakan sama kamu," ujar Hamdan. "Ini soal

