Beban sang Putri

1596 Kata

“Orang itu meminta ku, nyawaku dan darahku untuk ia minum. Ia mengetahui bahwa aku adalah seorang Clairchantress.” Zuella menatap pada Raas dengan tatapan penuh kesedihan. Dan tanpa disadari, pembicaraan tersebut membuat Jiwoo mengangkat wajah, sedangkan Haris menyipitkan mata ketika keduanya mendengar kata Clairchantress yang kali ini terucap dari mulut sang Putri. “Saat itu Ayah tidak dapat berbuat apa-apa, dan aku mengerti pasti Ayah akan memilih Kitab Hazel dibandingkan dengan nyawa anaknya sendiri. Aku menatap Ayah yang bergegas mengambil pedangnya dan menyeretku kedepan altar, di hadapan seluruh penjaga serta pelayan. Dan aku juga tahu jika aku akan mati hari itu, aku sangat ingin memeluk Bunda yang hanya menatapku dari kejauhan, tanpa dapat mendekatiku karena banyaknya penjaga dan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN