Saat Aruba sampai di lapangan perang itu, Raja Teasel yang sudah berdiri di sana terkejut. “Mengapa anda yang hadir disini Aruba?” Raja Teasel menyerenyitkan dahinya ketika melihat Aruba yang datang memenuhi ultimatum yang dikirimnya untuk Kerajaan Shamrock. “Anda... Tidakkah anda berpikir? Raja Shamrock baru saja meninggal dunia dan anda sudah mengirimkan Ultimatum?!” Aruba yang awalnya terlihat tenang itu, pada akhirnya sedikit membentak Raja dihadapannya ini dengan tatapan penuh kemarahan. Raja Teasel tertawa kencang ketika mendengar bentakan dari Aruba yang sebenarnya tertuju padanya itu, “Hahaha! Semua orang bisa memakai kesempatan dalam kesempitan Aruba! Jangan munafik!” Raja Teasel berucap dengan kekehannya, ia berkata demikian seraya mengangkat sebelah alisnya. Sebuah bentuk me

