Jiwoo telah selesai memasakan sebuah hidangan untuk dirinya dan Aruba. Ketika keduanya sedang hikmat menikmati hidangan pagi itu, tiba-tiba sebuah prajurit yang berlari memasuki ruang makan tanpa mengetuk pintu. Mengganggu kehikmatan keduanya dalam menghabiskan sarapan pagi yang lumayan enak itu. Aruba menatap sang prajurit yang terengah-engah di hadapannya, kemudian ia menyimpan sendok dan garpunya kembali ke atas piring dan berdiri dari duduknya untuk menghampiri sang prajurit. Aruba berhenti tepat di hadapan prajurit tersebut, sementara Jiwoo masih duduk di tempatnya denga kedua tangan yang saling bertautan dan menopang dagunya. Melihati interaksi antara sang prajurit dengan Rajanya tersebut. “B-baginda, Prajurit Kerajaan Monitum ada di depan Istana!” Aruba mengerenyitkan dahinya sa

