“Tetap di sisiku apa pun yang terjadi,” jawab Ara mantab. Ray menatap Ara datar. “Kau bisa mengambilnya,” ucap Ray berbalik dan hendak pergi. Aa yang tau pemuda itu akan pergi lagi pun langsung berlari dan mengejar Ray. Ray tak bisa bergerak karena Ara memeluknya dari belakang. “Cukup, Ray. Jangan pergi lagi. Aku mohon,” pinta Ara yang meredam kesedihannya di punggung pemuda ini. Ray menutup matanya sejenak, dia tak boleh terbawa oleh suasana di sini. Ara melingkarkan tangannya di perut Ray, berusaha mencegah kepergian pemuda ini. Ray melepaskan tangan Ara di sana dan berbalik menatap wanita itu. “Jangan seperti ini, Ra. Mari kita jalani hidup masing-masing,” ucap Ray. Ara menggeleng. “Aku merubah keputusanku, Ray. Mari kita perpanjangn perjanjiannya. Aku kesepian tidak ada dirimu

