Di sinilah Ray, Lorenzo, dan Elsa berada. Di dekat sebuah rumah besar yang hanya dijaga oleh satu satpam di depan. Ini adalah rumah mantan calon suami Elsa beserta istrinya. Elsa sebenarnya enggan ke sini, akan tetapi Ray terus memaksanya ditambah lagi Lorenzo juga ikut. “Bisakah kita membatalkan rencana ini saja?” lirih Elsa. Meskipun dirinya tak mengingat masa lalu, tetapi perasaannya menjadi kacau setelah tau jika dulunya dia dikhianati. “Tidak bisa. Kita sudah melangkah, sebaiknya kita teruskan misi ini,” sahut Ray dengan keyakinan di wajahnya. Elsa mengembuskan napas beratnya, dia akhirnya mengangguk setuju. “Sampai kapan kita di sini?” tanya Lorezo. “Kita tunggu penghuni rumah itu keluar. Tugasmu di sini memastikan apakah orang di dalam sana adalah target kita atau bukan,” jel

