"Kakak temani tidur, ya?" Seika sekarang membiarkan Cherry memanggilnya mama karena dia sudah mulai terbiasa mendengarnya. "Terima kasih, Ma." Cherry tersenyum senang. Seika pun meminta anak itu untuk cuci kaki lebih dulu sebelum berbaring di atas tempat tidur. "Mama, nyanyikan sebuah lagu tidur untuk Cherry." "A-apa? Nyanyi?" Seika tersentak mendengar permintaan Cherry barusan. "Iya, Mama. Cherry ingin kayak Fellicia yang dinyanyiin mamanya waktu tidur. Mama mau, ya?" Cherry menatap Seika dengan penuh harap. Seika menghela napas panjang. "Tapi kakak tidak bisa bernyanyi, Cherry," ucap Seika jujur karena suaranya jauh dari kata merdu. Wajah Cherry seketika berubah sendu. Kesedihan tergambar jelas di wajah cantiknya karena dia ingin sekali Seika menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur

