Seika berulang kali menatap sekotak macaron yang ada di atas pangkuannya sambil senyum-senyum tidak jelas. Roma merah pun menghiasi kedua pipinya. Entah kenapa Seika merasa sangat bahagia hanya karena sekotak macaron pemberian Devan. Jantung gadis itu sekarang bahkan berdegup kencang. Debaran yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan ketika dia sedang bersama dengan Arka. Apa dia tertarik dengan Devan? "Kita sudah sampai, Nona." Seika tergagap lantas mengedarkan pandang ke sekitar setelah mendengar ucapan sopir yang mengantarnya. Dia tidak sadar jika mobil yang ditumpanginya sudah berhenti tepat di halaman rumahnya karena memikirkan Devan. Seika pun segera turun lalu mengucapkan terima kasih pada sopir tersebut. "Terima kasih banyak ya, Pak." "Sama-sama, Nona." Seika ba

