"Mama ...." Seika tergagap mendengar suara Cherry. "Iya, Sayang." "Kenapa Mama sedih?" Pertanyaan Cherry barusan sukses membuat Seika terkejut. "Siapa yang sedih? Kakak tidak—" Seika tidak melanjutkan kalimatnya karena Cherry tiba-tiba memeluknya dengan erat. "Cherry sayang banget sama Mama." Seika tanpa sadar tersenyum, ada perasaan hangat yang menjalari hatinya. Dia tidak perlu merasa berkecil hati jika Devan masih mencintai mendiang istrinya karena dia masih memiliki Cherry benar-benar tulus meyanyanginya. "Kakak juga sayang sekali sama, Cherry," ucap Seika sambil balas memeluk Cherry. "Mama, Mama ...." "Iya, Sayang?" Seika melepas Cherry dari dekapan lalu menatap anak itu. "Cherry ingin pergi ke taman bermain." "A-apa?" Seika tampak terkejut karena Cherry tiba-tiba

