Membohongi Hati

1116 Kata

Seika tanpa sadar menggigit bibir bagian bawahnya karena teringat dengan ciuman pertamanya bersama Devan. Seika tidak memungkiri jika ciuman Devan terasa sangat lembut dan memabukkan hingga mampu melumpuhkan seluruh syaraf di dalam tubuhnya. "Seika!" Devan akhirnya mengangkat wajahnya karena Seika tidak kunjung menanggapi ucapannya. Tatapan kedua matanya seketika bertemu dengan Seika dan terkunci cukup lama. Seika tidak mampu mengalihkan pandangannya dari Devan. Lelaki itu seolah-olah magnet yang mampu menarik seluruh perhatiannya. Waktu seolah-olah berhenti bergerak, dunia seolah-olah berhenti berputar, suara-suara di sekitarnya pun mendadak lenyap. Seika refleks memejamkan kedua matanya saat Devan mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Kedua tangannya tanpa sadar mengepal dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN