"Iya, Bang. Kayaknya Cherry pengen banget punya ibu, tapi Pak Devan nggak mau nikah lagi." "Kenapa tidak mau?" "Seika juga nggak tahu, Bang." Seika mengangkat kedua bahunya ke atas karena dia sendiri tidak tahu alasan yang membuat Devan tidak mau menikah. Padahal lelaki itu sudah menduda lumayan lama. "Apa jangan-jangan Devan belum bisa melupakan mendiang istrinya?" "Em, mungkin," jawab Seika sekenanya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu tidur karena dia merasa sangat lelah. Namun, ponselnya yang berada di atas meja tiba-tiba saja bergetar karena ada panggilan masuk. Seika mendesah panjang lalu menggeser ikon hijau di layar ponselnya tanpa melihat siapa yang menelepon. "Halo," ucap gadis itu terdengar ketus. "Saya sudah mengirim jadwal kegiatan C

