Sweetest Moment 2

1194 Kata

"Bagaimana keadaan Nona Cherry, Tuan?" tanya Pramudya ketika selesai menemani Devan rapat. "Sudah jauh lebih baik, Pak." "Syukurlah, Tuan. Saya senang mendengarnya." "Terima kasih, Pak. Untung saja ada Seika. Kalau tidak ada Seika saya pasti tidak bisa bekerja dengan tenang karena memikirkan Cherry." Devan mendudukkan diri di kursi kebanggaannya lalu memijit pelipisnya yang terasa penat. Devan merasa lelah karena pekerjaannya beberapa hari ini sangat banyak dan lumayan menyita waktu istirahat juga tenaganya. Dia bahkan selalu pulang larut malam untuk menyelesaikan pekerjaannya. "Anda baik-baik saja, Tuan?" "Iya, Pak. Saya baik-baik saja. Tolong minta OB untuk membuatkan saya kopi dan—" Devan memejamkan kedua matanya erat-erat karena kepalanya mandadak pusing. Wajahnya pun terlihat se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN