Devan kembali menambah kecepatan mobilnya setelah melewati tikungan. Dia ingin cepat-cepat tiba di klinik setelah Seika memberitahu dirinya kalau Cherry tiba-tiba saja batuk lalu pingsan. Devan memarkirkan Mercedes Benz G65 miliknya dengan asal begitu tiba di klinik yang berada di dekat rumah Seika lalu berlari menuju ruang unit gawat darurat. "Cherry!" teriaknya lumayan kencang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut sontak menoleh ke arahnya, termasuk Seika. Gadis itu sontak berdiri dari tempat duduknya, memberi ruang Devan untuk melihat kondisi putrinya. Dia hanya bisa menunduk sambil meremas kesepuluh jemari tangannya yang terasa dingin ketika Devan berjalan melewatinya. Devan menghampiri Cherry yang terbaring lemas di atas brankar. Wajah Cherry terlihat sangat pucat,

