Bab 50. Hamil

1147 Kata

Seiring berjalannya waktu, kehidupan keluarga Arman sedikit demi sedikit mulai kembali tenang. Meski Rara masih bersikap dingin dan lebih sering berada di luar rumah, namun Pak Arman dan Bu Lastri sudah mulai menyerah dalam menasihatinya. Mereka sadar, sekeras apa pun kata-kata yang diucapkan, jika hati anaknya sudah tertutup, tidak akan ada yang bisa menembusnya. "Sudahlah, Pak," ucap Bu Lastri pelan suatu malam, ketika mereka duduk di teras rumah. "Ibu sudah lelah mengomel terus. Rara tidak pernah mau mendengar. Kalau kita paksa, dia malah semakin jauh." Pak Arman menarik napas panjang, wajahnya tampak lebih tua dari biasanya. "Iya, Bu. Mungkin kita harus biarkan saja kalau dia mau menikah. Nanti kalau sudah menabrak batunya, biar dia tahu kenapa kita menolak dia untuk menikah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN