Kabar tentang kehamilan Winona menyebar begitu cepat di rumah itu, membawa suasana bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sejak pagi, Bu Lastri tampak begitu sibuk di dapur, menyiapkan berbagai macam makanan kesukaan Winona, mulai dari sayur bening bayam, ayam goreng, tempe goreng, sampai kolak pisang yang tidak begitu manis, dibuat oleh wanita paruh baya itu. Sementara kedai mie ayam dan bakso karena masih pagi belum ada pengunjung yang datang. Sudah ada Mbak Tantri juga yang ada di kedai. "Winona, kamu harus makan banyak," katanya, sambil menata piring di meja makan. "Sekarang bukan cuma kamu yang butuh tenaga, tapi juga bayi yang di perutmu." Radit yang duduk di kursi panjang sambil mengupas mangga tersenyum lebar. "Akhirnya aku bakal jadi om beneran nih," ujarnya bangga

