Bab 52. Fitnah yang menyebar

1328 Kata

Pagi itu, udara di desa terasa begitu sejuk. Sinar matahari menembus lembut celah pepohonan, menyoroti halaman balai desa yang mulai ramai oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang datang membawa buku catatan dan alat tulis. Di depan pintu, Kepala Desa, Pak Lurah, berdiri menyambut mereka dengan senyum lebar. "Eh, ayo-ayo masuk. Hari ini kita belajar langsung dari Mbak Winona, ya. Terus, yang kemarin ikut pelatihan pasti tahu, banyak sekali manfaatnya," ucapnya bersemangat. Winona yang berdiri di sampingnya tampak anggun mengenakan terusan sederhana berwarna krem. Wajahnya berseri, meskipun kehamilannya membuat tubuhnya sedikit tidak nyaman dengan rasa mual dan pusing, ia tak ingin mengecewakan warga desa yang selama ini mendukungnya. "Assalamu’alaikum semuanya," sapa Winona ramah. "Hari i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN