6 tahun kemudian. "Tania?" Anak kecil berumur 5 tahun itu menoleh, menatap wanita paruh baya yang melambaikan tangan ke arahnya. "Oma!" Wanita yang dipanggil oma itu tersenyum lalu merentangkan tangannya—siap menyambut Tania dalam pelukannya. "Tania sudah makan?" Tania melepaskan pelukannya lalu menggeleng pelan. "Mama masih masak. Oma mau main nggak sama Tania? Kita main itu." Tania menunjuk mainan masak-masakannya yang berserakan di teras rumah. Ely terkekeh. "Mau. Tapi Tania harus makan dulu baru Oma mau main sama Tania." Tania mengalihkan tatapannya dengan lesu. Ia ingin main sekarang bukan nanti. Mamanya tidak bisa diajak main karena sedang memasak untuk sarapan. Lalu papanya masih tidur. Papanya itu susah sekali jika Tania bangunkan. Tania menurut saat sang oma menggandeng ta

