"Kakak!" Zio menunduk untuk mencium bibir Raya guna menghentikan erangan perempuan itu dan juga dirinya. Zio semakin cepat bergerak agar ia dan Raya bisa mencapai puncaknya bersama- sama. Malam ini Tania dibawa untuk menginap di rumah Ely. Kesempatan bagi Zio untuk berdua saja dengan Raya. "Sebentar lagi, Sayang." Zio menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Raya dan langsung menghujani kecupan di sana. Sedangkan Raya hanya mampu menggigit bahu suaminya saat ia tak mampu lagi menahannya. Raya sampai, begitu juga dengan Zio karena pria itu terdengar mengumpat pelan dan sesaat setelahnya, sesuatu yang hangat terasa memenuhinya. Raya mengatur napas seraya memukul bahu Zio agar pria itu menyingkir dari atasnya. "Sayang..." Masih dengan mengatur napas, Raya berucap, "aku cape, Kak." Ray

