9 bulan kemudian... "Makan dulu yuk?" Raya tersenyum lalu mengangguk pelan. Ranjang bagian kepala sedikit ditegakkan agar Raya bisa makan dengan leluasa. "Masih sakit?" tanya Zio sembari mengusap perut Raya yang sudah membesar. Raya mengangguk. "Masih. Kadang sakit, kadang nggak. Tapi banyakan sakitnya sih." Perempuan itu nyengir, berusaha menghilangkan rasa sakit yang dirasakannya akibat kontraksi. Ya, Raya akan melahirkan. Ia bahkan sudah dirawat di rumah sakit sejak semalam karena kontraksi, namun belum masuk pembukaan. Padahal Raya sudah sangat menderita sekali. Namun karena melahirkan anak keduanya kali ini ia akan melahirkan secara normal, jadi Raya harus menunggu sampai pembukaan 10 dan ia juga harus melawan rasa sakit yang luar biasa ini. Jujur saja Raya gugup dan takut. Ia b
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


