BAB 52

1234 Kata

Hari ini Raya dan Tania sudah diperbolehkan pulang. Meski Tania lahir prematur, tetapi saat melahirkan kandungannya cukup tua dan kuat sehingga Tania tidak perlu mendapatkan perawatan intensif lrbih lama lagi. "Aduh, keponakan gue!" Hana memekik gemas begitu ia melihat Tania yang berada di gendongan Raya. Mereka baru saja sampai di apartemen. "Merah banget kayak Raya kalo digombalin Zio." Vino tertawa, diikiti Zio yang juga tertawa. Tania menggeliat dalam pelukan Raya, ia tidak nyaman dan ingin segera berbaring lalu tidur dengan nyenyak. "Nih, Aunty udah siapin kasur buat Tania," ucap Hana sambil menepuk kasur bayi yang tergeletak di depan sofa—tempat seharusnya meja berada. "Makasih Kak Hana, jadi ngerepotin." "Nggak pa-pa, Buat Tania apa sih yang nggak." Raya tersenyum, ia mulai m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN