BAB 51

945 Kata

"Kak," "Ada apa, Sayang?" "Bisa bantu aku ke kamar mandi?" Zio terkekeh pelan dan mengangguk. Lalu ia membantu Raya untuk pergi ke kamar mandi. Kehamilan yang semakin tua membuat Raya agak kesusahan untuk berjalan. Tubuhnya yang kecil dan perutnya yang besar membuatnya agak susah berjalan dan takut jatuh. Mereka kembali lagi ke atas ranjang setelah dari kamar mandi. Zio pun kembali melanjutkan pekerjaannya. "Kamu tidur aja, Sayang. Ini sudah malam," ucap Zio. "Aku tidak bisa tidur, Kak." "Kenapa?" "Aku gugup." Zio menoleh. Kini perhatiannya ia pusatkan pada istri kecilnya ini. "Gugup kenapa?" Raya yang tiduran kini merubah posisinya menjadi miring menghadap Zio. "Soal lahiran," katanya pelan dengan wajah merona. Zio terkekeh. Ia menutup laptopnya lalu menaruhnya di atas nakas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN