Zio mengerjapkan matanya saat sinar matahari menusuk matanya. "Bangun lo!" ucap Vino sambil membuka gorden kamar Zio. "Apaan sih, Vin. Tutup lagi!" Zio menggerutu lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. "Heh, nggak ada males-malesan kayak gini. Cari Raya sana!" Vino membuka paksa selimut Zio. Zio langsung membuka matanya dan merubah posisinya menjadi duduk saat mendengar nama Raya. Kepalanya terasa berat karena alkohol semalam. Semalam itu terasa nyata sekali. Zio melihat Raya di supermarket itu. "Vin." Vino hanya bergumam. "Semalem rasanya begitu nyata," ucap Zio dengan pandangan lurus ke depan. "Apanya yang nyata? Udah deh nggak usah ngaco. Sekarang mandi sana," ujarnya. Vino sudah seperti Ibu yang membangunkan anaknya untuk sekolah. "Gue semalem kayak lihat Raya di supe

