“Cih, apa maksudmu memandikanku.” gumam Enid tetap menunduk tak berani melihat Negan. “Aku bersedia,” ujar Negan semakin membuat Enid makin merona. “Pergilah. Dasar pengganggu.” Negan tergelak pelan kemudian meraih kedua bahu Enid dengan telapak tangannya yang besar, membuat gadis itu menghadapnya. “Jangan macam-macam.” tegur Enid, tubuhnya menggigil saat berhadapan dengan Negan. Pria itu mengulum senyum nakal, ia mengangkat dagu gadis itu dengan ibu jarinya agar Enid melihatnya. “A-apa yang ingin kau lakukan?” Enid terlihat panik ketika tatapan mereka bertemu, bola matanya berputar gelisah dan berusaha memalingkan wajah akan tetapi, Negan masih menangkup dan menahannya agar Enid tetap fokus melihatnya. Negan menelan saliva, awalnya dia hanya ingin menggoda gadis yang tampak be

