Kedua mata wanita yang telah lama menghabiskan waktu duduk di kursi roda itu berkaca-kaca saat melihat gambar yang diterimanya dari seseorang, yang ia minta untuk mencari tahu tentang Enid di rumah sakit. Bayi mungil itu sangat menggemaskan, wajahnya perpaduan antara Lizzie dan Daryl. Bentuk wajah dan bibir diturunkan dari Lizzie sementara hidung dan kedua mata milik Daryl. “Cucuku,” lirihnya membelai foto sang bayi di layar ponselnya. Dari berat badan si Bayi tampak sangat jelas bahwa Enid menjaganya dengan sangat baik. Andai saja ia dapat mengambil gadis itu dan menjadikannya seorang putri seperti ucapannya kala itu. “Terima kasih, Enid. Kau sudah mengantarkannya ke dunia ini dengan selamat.”ucapnya. Ny. Safanaz keluar ke layar utama, mencari aplikasi bank di ponsel nya kemudian m

