Belenggu 76

2512 Kata

Setelah membayar semua biaya rumah sakit, Negan membawa Enid pulang ke kediamannya. Sepanjang perjalanan kedua orang itu hanya membisu. Memiliki kesibukan masing-masing. Enid sibuk memperhatikan jalanan lewat kaca jendela mobil sementara Negan fokus melajukan mobilnya. Jalanan cukup padat membuat waktu perjalanan mereka sedikit terhambat. Negan menghentakkan nafas panjang saat mobil yang ia kemudikan harus berhenti karena terlambat melewati rambu lalu lintas berwarna kuning. Ia melirik bayi yang ditempatkan di car seat tepat di tengah-tengah jok mereka. Bayi kecil itu tertidur pulas. Tanpa sadar Negan mengulum senyum melihat bayi itu mencebik, persis seperti Enid yang sering memanyunkan bibir setiap kali cemberut. Hal menggemaskan itu pasti diturunkan Enid untuknya. Negan beralih meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN