Belenggu 75

1123 Kata

“Jangan lupa dengan syarat yang aku berikan ny. Safanaz.” ucap Negan. Ia menggendong bayi di lengan kirinya. “Aku tidak lupa Negan. Bahaya menggendong bayi dalam keadaan marah, tolong berikan bayi itu pada Enid.” ujar Ny. Safanaz. Takut, Negan kehilangan kendali dan menyakiti bayi tak berdosa itu. “Berikan padaku Negan, biarkan aku yang menggendongnya.” sambung Enid. Perawat datang ke ruangan itu, merasakan ketegangan yang terjadi di ruangan itu. “Suster, tolong bawa bayi ini ke kamar bayi dan ingat jangan sampai ada orang asing melihat bayi ini selain ibunya.” ucap Negan sengaja melirik ke arah Ny. Safanaz, kemudian menyerahkan bayi ke tangan perawat. "Baik Tuan." jawab perawat membawa bayi keluar. Keadaan pun tiba-tiba menjadi hening, untuk beberapa saat mereka saling diam di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN