"Nuel kenapa?" Eleana bertumpu dagu, menatap putra kecilnya yang tampak muram. "Sini, Mommy gendong." Emmanuel memeluk leher mommy-nya, kemudian menenggelamkan wajah di cekuk leher Eleana saat tubuhnya digendong. "Mommy akan menyayangi Nuel, 'kan?" "Iya, Sayang." Satu tangan Eleana mengelus puncak kepalanya. Sekarang, ia terbebas dari kerusuhan si kembar karena dua anak itu tengah mengisi perut bersama semua orang. Edward datang menghampiri. Ia menatap tuan muda kecilnya yang memeluk erat leher sang nyonya. "Nyonya, biarkan saya yang menggendong Tuan Muda Nuel." "Tidak apa-apa, sepertinya Nuel mengantuk." Eleana menganggukkan kepala guna meyakinkan kaki tangan suaminya. Sejak akad nikah, mereka tak pernah berbicara. Erland tampak sibuk berbincang dengan orang-orang. Meninggalkannya b

