Di dalam kamar, Eleana terus saja menangis. Gadis itu menyayangkan ciuman pertama yang didapati sang suami. Seumur hidup, ia menjaga kesucian bibir ranumnya. Namun, karena ketidaksengajaan yang tadi terjadi membuat keperawanan bibirnya hilang. "Hiks... Bibir gue udah nggak suci lagi. Padahal gue sengaja jomblo biar bisa kiss-kiss sama suami gue nanti. Tapi bukan duda itu yang gue mau untuk jadi suami gue...," isak Eleana yang sudah setengah jam meratapi kesialan yang menimpanya. Di luar kamar, anak-anak menguping dari balik pintu. Eleana yang merasa haus karena terlalu lama menangis memutuskan untuk pergi ke dapur. Setidaknya, ia tidak akan bertemu dengan Erland. Pria itu sedang keluar bersama Eksa karena sebuah urusan. Suara pintu dibuka terdengar, bersamaan dengan keempat anak yang ja

