Teror Bangkai Berdarah

1768 Kata

PART 24 Aku menjerit sekuatnya dan sontak langsung memuntahkan isi perut. Tak sanggup melihat darah yang berserakan di lantai. Seekor kucing hitam yang terkoyak perutnya dan dengan leher nyaris putus. "Ada apa, Bu Nina?" tanya Lina, ART yang setengah berlari menemuiku. Aku masih memuntahkan apa yang ada di dalam perutku, sambil menunjuk ke arah kardus mie instan yang terguling. Lina berjalan dan melongokkan kepala ke dalam kardus yang kutunjukkan tadi. "Astaga, apa ini, Bu. Uweekkk … Uweekkk," Lina ikut-ikutan muntah melihat bangkai kucing yang mati mengenaskan tersebut. Kuraih gawai di meja dan segera menelepon Mas Kevin. "Assalamu'alaikum, Mas." "Wa'alaikumsalam, Nina. Ada apa?" "Mas dimana?" "Masih perjalanan mau ke kantor. Belum terlalu jauh dari rumah kamu sih. Tadi s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN