Aku kehilangan keseimbangan dan mobil semakin oleng, kemudian menghantam sisi pembatas jalan tol. "ALLAHU AKBAR … ALLAHU AKBAR!" Aku dan Bu Asih terus berteriak panik karena mobil terus turun dari gundukan bukti kecil menuju rumah warga. Berkali-kali aku menginjak rem, namun mobil tetap saja melaju. Bruuuk! Mobil akhirnya berhenti karena menabrak pohon besar. Warga sekitar ramai berbondong-bondong menghampiri mobil kami. Beruntung aku selalu menggunakan sabuk pengaman, sehingga tidak sampai membentur d**a. Hanya kepala saja sedikit terantuk pada bagian tengah setir. "Bu Asih! Ibu gak papa?" Aku berusaha membuka seat belt yang melintang di d**a. Segera kuraih Alissha yang menangis meraung-raung ke gendonganku. Ya Allah, pelipisnya berdarah! Tok tok tok. Warga mengetuk kaca jendela

