"Kamu kalau lihat sesuatu lalu suka, kasih tahu saya ya."
Aku mengerutkan kening tidak paham. "Emangnya kenapa?"
"Ya, enggak apa-apa. Biar saat mengurusi pernikahan nanti, kita tinggal hubungi pemilik butik atau catering atau WO-nya."
Dih apa sih.
"Enggak jelas," ucapku sebelum akhirnya berjalan lebih cepat.
Mataku menatap ke kiri dan ke kanan, booth-booth gaun pernikahan terpampang jelas. Cantik-cantik sih gaunnya, tapi aku belum bisa mengenakannya dalam waktu dekat. Soalnya belum punya pasangan.
Suara ramai-ramai terdengar dari arah tengah gedung, aku mengikuti sumber suara itu dan terlihatnya booth yang ukurannya lebih besar dari pada yang lain.
Terpampang tulisan, 'Good Luck' di bagian atasnya.
Rasa penasaranku seketika melonjak tinggi. Tanpa sadar kakiku bergerak menuju ke sana. Aku menatap poster-poster yang terpajang. Aku membacanya perlahan dan akhirnya mulai mengerti dengan maksud booth ini.
Setiap orang yang mendaftar ke acara ini memiliki kesempatan untuk memasukkan namanya ke undian dan berpeluang untuk mendapat grand prize dengan uang 350 juta rupiah.
Wow, nominal hadiahnya cukup tinggi.
"Mbak, kalau mau ikutan boleh. Dua puluh lima menit lagi, nama-nama pendaftar akan segera diundi. Kebetulan hari ini juga hari terakhir event. Ini peluang terakhir," ucap salah satu mbak-mbak yang menjaga booth ini.
"Sebentar," ucapku.
Aku melirik ke arah Pak Prima yang sudah berada di sebelahku. "Mau coba?" tanyanya.
Aku menggeleng sebelum akhirnya menjauh dari booth itu. "Enggak mungkin nama kita menang. Kita bukan pasangan plus kayanya kita enggak jodoh juga."
Sebelah alis Pak Prima menukik tajam. "Masa?" dia tersenyum simpul, "tapi saya yakin kamu jodoh saya."
"Enggak bakal dapat undiannya juga. Udahlah. Kita pulang aja."
Ketika aku ingin melangkah, Pak Prima menarik tanganku. "Kita coba aja. Kalau misalnya kita enggak dapat undian, kamu boleh minta satu permintaan ke saya. Begitu pun sebaliknya, jika kita menang undian, saya boleh minta satu permintaan kepada kamu."
Aku melipat kedua tanganku. "Bapak mau minta apa? Kita nikah? Enggak!"
Pak Prima terkekeh, tangannya bergerak mengelus puncak kepalaku. "Belum ke situ alurnya. Saya cuma minta kamu untuk lebih ramah ke saya. Sudah, itu aja."
"Emang selama ini aku enggak ramah?"
"Saya butuh kamu lebih ramah lagi untuk bisa jatuh cinta sama saya."
Naj*s!
Gak akan mungkin.
"Kalau aku ramah banget, malah takutnya Bapak yang suka sama saya," ucapku meledeknya.
"Sekarang pun, saya sudah suka."
Hmm.
Enggak tahu kenapa, tapi aku yakin aja kalau Pak Prima bukan jodohku dan aku juga yakin kami enggak akan mendapatkan undian ini.
"Oke, kita coba aja iseng-iseng, tapi kalau nyatanya kita enggak dapat undian, aku minta satu hal."
"Kamu minta apa?"
"Pergi dari rumah Ayah malam ini juga."
Pak Prima langsung meringis. "Ngeri ya."
"Ya, iya. Jadi mau nggak?"
Pak Prima mengangguk kemudian setelah itu kami menuliskan nama kami berdua. Setelah itu kertas kecil yang berisikan nama kami dimasukkan ke dalam kotak undian.
"Menang nih menang," ucap Pak Prima penuh dengan keyakinan.
Dan, ya.
Sesuai apa yang diyakininya. Kami menenangkan undian 350 juta itu. Pak Prima langsung full senyum, sedangkan aku langsung cemberut.
Salah satu menjaga booth ini menjelaskan kepada kami salah satu perjanjian dari grand prize ini, uang 350 bisa dipakai untuk enam bulan ke depan. Jika dalam waktunya enam bulan kami gagal menikah, maka keseluruhan uangnya akan ditarik kembali.
Pak Prima yang terlihat lebih aktif untuk meminta penjelasan lebih mengenai persyaratannya, sedangkan aku memilih hanya diam karena aku masih shock banget.
"Baik, saya ambil hadiah ini."
Aku makin shock. Makin lemas.
Sepertinya Pak Prima mengerti kondisiku. Dia langsung menarikku agak jauh. "Kamu tenang. Kita ambil aja dulu peluang ini. Kalau nyatanya pun kita gagal menikah, kita bisa kembalikan uangnya. Kamu dan saya, enggak akan ada yang dirugikan."
"Pak, begini ya," aku menarik napas pelan sebelum akhirnya melanjutkan ucapanku, "dari awal pun, memang enggak ada yang mau menikah. Aku enggak mau nikah. Apalagi sama Bapak. Auto reject."
"Kita coba dulu," ucapnya bersikeras, "saya potensial dijadikan suami."
Maksa banget, heran.
"Aku enggak mau, Pak. Kalau menikah sama Bapak aku bisa kurus, ngebatin terus."
Tatapannya berubah menjadi sayu. "Kita coba pendekatan dulu. Mau ya?"
Sebelah alisku menukik tajam. "Bapak emang mau banget?"
Dia mengangguk cepat.
Setelah aku pertimbangan dengan cepat. Kayanya iya sih, enggak ada yang dirugikan. Soalnya kan kalau memang enggak berjodoh, enggak menjadi masalah juga.
"Yaudah, tapi jangan bilang-bilang Ayah ya soal kita dapat undian wedding festival grand prize."
"Yah, saya sudah kabarin ke Ayah," jawabnya yang membuat kedua mataku membulat.
Ketika aku ingin kembali bersuara, terdengar suara ponsel yang membuat aku seketika terdiam. Pak Prima melirik ke arah ponselnya. "Ini Ayah kamu balas." Aku merebut benda tipis itu lantas menatap ke arah layarnya.
From Ayah ?
Gasss aja Prim ??????????
Ngeri banget woylah.
Apanya yang di-gas?
Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a.
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Terdiri dari:
Full E-book (Lengkap)
Total 71 Part ; 329 Halaman
Hanya dengan Rp56.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu.
Cara Pembelian:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ My Lecture My Housemate _ TheDarkNight_)
3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp56.000.
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853
Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)