Bab 38

2022 Kata

Ternyata berpura-pura baik-baik saja itu sangat sulit dan sangat membuang tenaga. Vivi merasa lemas karena harus terus berperan kalau dia tidak apa-apa di depan kedua orang tuanya. Apalagi saat sarapan tadi, bukan hanya Bunda, tapi Papa pun juga menanyakan Bara. Ayahnya dan Bara memang sangat dekat, mungkin karena mereka sama-sama pria. Sering keduanya menghabiskan waktu berbicara berdua kalau bertemu. Tak heran kalau Papa bertanya soal keabsenan Bara di sisinya. Vivi menarik lutut, memeluknya dan menyembunyikan wajah di sana. Dia tidak tahan lagi membendung tangis. Sudah sejak di meja makan tadi dia berusaha mati-matian menahan air mata agar tidak tumpah, sampai-sampai dadanya terasa sakit. Sekarang dia sudah berada di kamarnya, dia dapat menangis sesuka hati. Semua ini bukan hanya kare

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN