Bab 34

2013 Kata

Mata obsidian itu terbuka setelah pukulan terakhir pada drum paling besar dilakukan. Bara tersenyum puas, permainannya selalu tidak pernah mengecewakan. Jujur saja, ia bangga pada dirinya sendiri. Dimulai dari hobi berlanjut menjadi sebuah profesi. Benar-benar hobi yang menghasilkan uang. Bara ingat seseorang pernah berkata, bekerjalah sesuai hobimu maka kau tidak akan pernah bosan. Ia merasakannya sekarang, tidak pernah bosan pada pekerjaan yang digelutinya. Ia selalu menikmati dan bangga pada pekerjaannya. Bara melepaskan headphone, mengernyit merasakan tangannya bersentuhan dengan sesuatu, atau seseorang. Apalagi ketika indra penciumannya menangkap aroma parfum manis seorang perempuan. Apakah Vivi? Namun, rasanya tidak mungkin. Vivi tidak akan mau memeluknya saat ia sedang bermain dru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN