Sepiring sarapan dengan salah satu andalan di kafe sudah tersedia di depan Bara. Ia langsung makan dengan lahap dan terkesan buru-buru, sampai beberapa kali tersedak. Revan yang melihatnya mendekatkan segelas air putih tepat di depan Bara. Pria itu berdecak. "Makanya kalo makan tuh yang bener!" omel Revan kesal, tetapi juga ada rasa geli menyelinap di hatinya. Rasanya lucu saja melihat Bara makan sampai tersedak seperti itu. Bukan hanya sekali, tetapi beberapa kali. "Jangan kayak orang yang lagi dikejar debt colector!" Revan mengikik, ia tidak dapat lagi manahan tawa. Daripada perutnya sakit karena terlaku menahan, bukankah lebih baik kalau dikeluarkan? Bara hanya melirik Revan sekilas, ia kembali melanjutkan makan tanpa peduli dengan perkataan Revan. Mana ada ia dikejar debt colector,

