Bab 44

2063 Kata

Selalu seperti ini. Pasti Vivi sudah bangun lebih dulu, ia selalu ditinggal sendirian. Ataukah, jangan-jangan tadi malam itu semua hanya mimpi? Astaga! Bara bangun dengan cepat, mengabaikan kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing karena gerakannya yang tergesa, ia menurunkan kaki, melangkah ke kamar mandi. Menggosok gigi dan mencuci muka seadanya, langsung turun menuju dapur untuk mencari tahu. Bara melewati dua anak tangga sekaligus saking terburunya. Saat menapakkan kaki di anak tangga paling bawah, indra penciumannya menangkap aroma masakan dari arah dapur. Bara semakin mempercepat langkah, memastikan kalau ia tidak salah, indra penciumannya masih berfungsi dengan baik. Pekikan kegembiraan itu nyaris terlontar. Beruntung ia dapat menutup mulutnya tepat waktu sehingga memekik dalam hati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN