Bab 43

2046 Kata

Suara ketukan di pintu kembali terdengar. Kali ini Bara tidak terburu-buru untuk menbukanya. Kejadian beberapa hari yang lalu saat Reina datang dan mengacau membuatnya sedikit trauma. Apalagi sekarang malam hari, wajar kalau ia berjaga-jaga, bukan? Sebuah kejahatan sering terjadi di malam hari. Meskipun terkadang siang hari juga sering terjadi hal yang tidak diinginkan, tetapi malam lebih identik dengan para pelaku kriminal. Namun, Bara tertegun di belakang pintu. Rasanya ia mengenal ketukan lembut itu. Vivi. Astaga, mungkinkah? Tak peduli dengan pikiran-pikiran negatif tentang tindak kriminal atau apa pun lagi, Bara langsung membuka pintu dengan cepat. Air matanya hampir tumpah melihat siapa yang berdiri di depan pintu, tapi ia berhasil menahannya sehingga matanya hanya berkaca-kaca. Dug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN