Ruang Yang terbengkalai

1829 Kata

Suasana di gedung 3 sepi sekali tidak ada manusia yang terlihat, hanya ada daun-daun ketapang kering yang sedang menari-nari ditiup angin. Sesekali Aldi menoleh ke kiri dan ke kanannya mencari seseorang yang mungkin saja bisa mengusir kesepiannya. “Ternyata sunyi itu enggak asyik sama sekali. Atau apakah mungkin ini dikarenakan gue sudah terbiasa dengan keramaian yang terbiasa ada di sekolah ini?” Aldi mendengus pelan sambil terus mengayunkan langkahnya menuju ruang kegiatan ekstrakurikuler Paskibra Panca Karsa. Aldi meraih kunci dari kantong jaket bomber warna hitamnya. Dia membungkukkan badannya sedikit untuk melihat merek dari lubang kunci ruang tersebut lalu memilih salah satu anak kunci itu. Pemuda itu membuka pintu ruangan dan masuk ke dalamnya. Bau apek langsung menyapa hidung,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN